Rabu, 14 November 2012

Rata-rata Pria di Dunia Kehilangan Keperjakaanya

Semakin terbukanya informasi tentang seksualitas membuat seks semakin tak dianggap sebagai sesuatu yang menimbulkan malu dan tabu. Berikut ini adalah beberapa informasi unik berkaitan dengan seksualitas yang mungkin saja belum pernah Anda peroleh sebelumnya :

* Rekor anak terbanyak

Aktivitas seksual dan reproduksi memang tak bisa dipisahkan. Namun seberapa banyak seseorang bisa menghasilkan keturunan? Seorang wanita Rusia dari abad 18 memegang rekor untuk wanita dengan jumlah anak terbanyak: 69. Wanita ini hamil 27 kali dan melahirkan 16 pasang anak kembar, tujuh pasang kembar tiga dan empat pasang kembar empat.

Meski begitu menurut Guinness Book of World Record pemegang rekor anak terbanyak adalah raja Moroko Ismail Bin Sharid yang memiliki anak biologis 342 anak perempuan dan 525 anak laki-laki. Pada tahun 1721 ia tercatat sudah memiliki keturunan 700 anak laki-laki.

* Pentingkah ukuran?

Tenang, jangan percaya pada mitos kejantanan dan film-film yang menampilkan ekspresi wanita yang terbelalak melihat penis pasangannya. Rata-rata ukuran penis yang normal saat ereksi adalah 11-14 cm dengan diameter 3,2 cm.

* Banyak yang butuh bantuan

Diperkirakan 5 persen dari pria berusia 40-an dan 15-25 persen pria usia 56 tahun mengalami impotensi atau disfungsi ereksi. Akibatnya, 57 persen pria dan 64 persen wanita merasa tidak puas dengan kehidupan seksual mereka.

* Kapan pertama kali?

Rata-rata pria di dunia kehilangan keperjakaannya di usia 16,9 tahun, sedangkan wanita berhubungan intim di usia rata-rata 17,4 tahun. Studi terbaru menunjukkan faktor genetik mungkin memengaruhi kapan seseorang melakukan seks pertama kali. Orang dengan kepribadian yang impulsif cenderung lebih cepat melakukan hubungan seks dibanding rekannya.

* Tidur sendiri

Menurut data National Sleep Foundation, satu dari 10 pasangan suami istri, atau sekitar 12 persen, memiliki kebiasaan tidur di kamar terpisah dari pasangannya.

* Selalu mencapai orgasme?

Bila 75 persen pria selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta, hanya 29 persen perempuan yang merasakan pengalaman yang sama. Selain itu, kebanyakan perempuan butuh stimulasi klitoris untuk mencapai orgasme.

* Hubungan tanpa status

Memiliki komitmen yang jelas dengan seseorang tampaknya sudah tak begitu menarik lagi. Paling tidak itu dibuktikan lewat penelitian Wayne State University danMichigan State University yang menyebutkan dua pertiga mahasiswa lebih memilih hubungan tanpa status alias punya “teman tapi mesra” ketimbang menjalin komitmen istimewa.

* Berapa pasangan seks?

Menurut survei yang dilakukan National Center for Health Statistic terhadap orang dewasa berusia 20-59 tahun, selama hidupnya seorang wanita rata-rata bisa memiliki empat pasangan seksual, sedangkan pria memiliki tujuh pasangan.

@http://www.waspada.co.id/

Rabu, 12 September 2012

Hal yang Buat Pria Sulit Ejakulasi

Kesulitan ejakulasi bisa dialami mulai dari remaja hingga pria dewasa. Menurut hasil survei bertajuk ‘Sex In America’ yang dilansir Psychology Today, problem seks ini dialami 28 persen pria di bawah usia 50 tahun, 16 persen pria 50-awal 60 tahun, 23 persen dari usia 65-74 tahun dan 33 persen di atas 75 tahun. Banyak faktor yang menyebabkan pria tidak bisa ejakulasi dan sulit orgasme. Ini beberapa di antaranya.

1. Cara Masturbasi
Beberapa pria melakukan masturbasi dengan cara-cara tertentu dan hanya bisa ejakulasi atau mencapai orgasme jika distimulasi pasangan dengan cara yang sama saat bercinta. Masalahnya, tak semua pria mau terbuka dengan pasangannya, dan tidak semua wanita tahu bagaimana suaminya bermasturbasi. Akibatnya, ejakulasi dan orgasme pun sulit mereka capai.

“Beberapa pria yang datang berkonsultasi mengaku menarik penis mereka lebih kencang daripada yang dilakukan pasangannya agar bisa ejakulasi,” jelas Marty Klein Ph.D., terapis seks dari Palo Alto, California.

2. Stres
Para terapis seks mengatakan bahwa beberapa jenis stres bisa menyebabkan sulitnya ejakulasi dan orgasme pada pria. Bentuk stres itu bisa berupa karena marah dengan pasangannya, infeksi penyakit seks menular atau prinsip tentang agama pada pengikut yang cukup ketat dan taat.

3. Terlalu Memikirkan Pasangan
Bercinta adalah soal memberikan dan merasakan kepuasan, tapi beberapa pria beranggapan tugas merekalah yang memberi kepuasan pada pasangan. Hal itu mengakibatkan mereka kurang fokus untuk mendapatkan kenikmatan bagi diri sendiri.

“Ketika pria terlalu memerhatikan bagaimana pasangannya merasakan pengalaman seks sedangkan dia tidak memikirkan kenikmatan untuk dirinya sendiri, dia akan kehilangan fokus pada hal-hal erotis. Itu bisa mengganggu proses ejakulasi dan orgasme,” terang Marty.

4. Obat-obatan
Beberapa jenis antidepresan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), punya efek samping menghilangkan hasrat seksual. Cara kerja anti-depresan adalah mengubah keseimbangan senyawa kimiawi pada otak, namun ada beberapa zat kimia yang terlibat dalam respon seksual –yang juga diubah oleh antidepresan– sehingga bisa menyebabkan disfungsi seksual. Selain antidepresan, obat-obatan yang berpotensi mengganggu aktivitas seksual adalah penghilang sakit, pengobatan tekanan darah tinggi dan anti gelisah.

5. Pertambahan Usia
“Seiring bertambahnya usia, penis pria memerlukan lebih banyak stimulasi untuk mendorong terjadinya ejakulasi. Hal ini normal, tapi juga bisa membingungkan jika Anda tak tahu caranya,” ujar Terapis Seks Dennis Surgrue, Ph.D.

6. Otot Tulang Panggul yang Lemah
Penuaan juga melemahkan otot-otot yang berkontribusi terhadap terjadinya ejakulasi dan orgasme, salah satunya otot pelvic atau tulang panggul. Ketika otot pelvic melemah, semburan semen tidak terlalu kuat sehingga kenikmatan orgasme juga berkurang.

7. Gangguan Medis
Gangguan medis yang berhubungan dengan sistem saraf (diabetes, kelumpuhan, multiple sclerosis) mungkin bisa merusak saraf-saraf yang mengontrol orgasme dan ejakulasi. Operasi penyembuhan kanker prostat misalnya, tidak berefek pada orgasme tapi bisa menyebabkan tidak bisa ejakulasi.

@http://wolipop.detik.com